Tampilkan postingan dengan label Hardware. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hardware. Tampilkan semua postingan

Masalah Pada Memory : 5 Tips Mendiagnosa Memory Yang Bermasalah

Dimuat Oleh Rasma Adhi Minggu, 29 September 2013 1 komentar
Masalah pada memory memang cukup rumit untuk di pecahkan, apalagi untuk mencari penyebab masalah yang ada pada memory tersebut. Masalah pada memory biasanya sudah berhubungan langsung dengan kondisi chip yang terdapat pada memory tersebut .

Kadang-kadang, masalah pada memory bisa kita ketahui melalui bios, tetapi terkadang juga kita harus mencari tahu masalah ini sendiri. Nah pada artikel ini ada 5 langkah yang setidaknya dapat membantu kita untuk mengetahui masalah pada memory computer kita.

1. Curigai Bluescreen dan Hang (deadlock)

Langkah pertama dalam mendiagnosa memory yang bermasalah adalah dengan mengetahui perilaku komputer yang timbul seperti Deadlock (Hang) secara tiba-tiba atau Bluescreen yang mungkin mengindikasikan memory yang bermasalah. Misalnya, komputer anda tiba-tiba blue screen saat sedang digunakan dan terus berulang setiap kali komputer dinyalakan.

Perlu diketahui bahwa perilaku komputer yang aneh saja tidak selalu merujuk kepada memory yang bermasalah. Gejala tersebut bisa juga merujuk ke pada masalah lain seperti Processor atau Mainboard yang bermasalah, atau bahkan disebabkan oleh virus. Tetapi, Mengetahui perilaku aneh tadi adalah langkah awal yang baik dalam mendiagnosa masalah pada memory.

2. Menggunakan Software Diagnostik

Jika anda mencurigai memory memang bermasalah tetapi tidak menampakan gejala yang begitu spesifik anda bisa menggunakan Software Diagnostik seperti Memtest86.

3. Dengarkan kode Bunyi (beep) pada Mainboard

Salah satu cara yang paling mudah untuk mendiagnosa memory yang bermasalah tanpa menggunakan apapun ialah dengan mendengarkan bunyi (beep) pada Mainboard saat komputer dinyalakan. Setiap mainboard memiliki kode beep yang berbeda tergantung oleh standar yang di buat oleh manufakturnya.
Arti dari kode bunyi beep ini bisa dilihat mada buku manual yang disertakan pada komputer anda atau melalui website resmi manufakturnya.

4. Cek melalui BIOS

Kadang-kadang, anda mungkin tidak memiliki software diagnostik atau tidak mendengar bunyi beep. Lakukanlah pengecekan melalui BIOS, lihat total size memory anda apakah sesuai dengan spesifikasi komputer atau malah berkurang .

Memang tidak semua masalah memory akan menyebabkan total size dari memory berkurang, tetapi jika salah satu memory anda mati maka biasanya total size dari memory akan berkurang ½ dari total size yang ada atau tergantung dari size setiap modulnya.

5. Proses eleminasi (jika anda menggunakan dua modul memory)

Saat sudah benar-benar yakin bahwa memory anda bermasalah, maka saatnya memutuskan  modul yang mana yang memang bermasalah. Ini dilakukan jika anda menggunakan dua modul memory sekaligus.

Caranya sangat simpel cukup lepaskan salah satu modul dan lihat perbedaannya dengan menghidupkan komputer anda dengan satu modul memory saja, dan lakukan test menggunakan software diagnostik untuk setiap modulnya bila perlu.

Terkadang masalah pada memory bisa diselesaikan hanya dengan melepas semua modul dari slot dan memasangnya kembali (reseat). Tetapi apa boleh buat bila masalah tetap saja muncul maka anda mau tidak mau harus mengganti modul memory tersebut dengan yang baru.

Baca Selengkapnya ....

3 Masalah Hardware Penyebab Komputer Mati Mendadak

Dimuat Oleh Rasma Adhi Rabu, 25 September 2013 16 komentar
Komputer yang mati mendadak tanpa sebab memang kadang menjengkelkan, apalagi jika tak kunjung dapat menemukan penyebabnya. Masalah komputer mati secara tiba-tiba / mendadak ini bisa disebabkan oleh 2 faktor yakni hardware dan software. Nah, yang akan diulas pada artikel kali ini adalah faktor hardware yang bisa anda baca dibawah ini :

1. Overheating / Temperatur yang tinggi

Tingginya temperatur pada proccessor dapat menyebabkan komputer mati secara tiba-tiba. Ini dimaksudkan untuk melindungi komponen-komponen komputer agar tidak terbakar oleh suhu yang tinggi sehingga dapat menghindari kerusakan komponen yang lebih parah.

Langkah perawatannya adalah :
Lakukan perawatan sistem pendingin komputer (Heatsink) anda secara teratur, bersihkan debu-debu yang menempel serta ganti thermal-pasta dengan yang baru bila sudah kering. Pertimbangkan juga untuk menggunakan Heatsink yang lebih baik.

2. PSU atau Power Supply yang bermasalah

Tidak stabilnya voltase yang dihasilkan oleh power supply dapat memicu komputer untuk restart atau bahkan mati dengan sendirinya. Kenapa ? karena pada saat restart sebenarnya PC menunggu agar voltase yang dihasilkan oleh PSU ini menjadi stabil terlebih dahulu dengan cara membaca sinyal PG yang ada pada PSU, sehingga aman untuk komponen-komponennya. Namun, lain ceritanya bila PSU anda memang bermasalah maka PC akan restart secara berulang-ulang atau mati dengan sendirinya.

Maka dari itu, belilah Power Supply yang memang benar-benar bagus dari segi spesifikasi dan harga. Beberapa brand yang dikenal memproduksi PSU dengan kualitas yang baik dan dijual di indonesia diantaranya adalah Seasonic, Xigmatec, Corsair, Thermaltake, SilverStone, Amacrox, Super Flower, Rosewill dsb.

Hati hati dengan PSU yang asal jadi (abal-abal) !
karena biasanya pada PSU ini tidak disertakan sensor voltase (sensor PG) sehingga berapapun voltase yang di hasilkan PSU ini akan mengeluarkan sinyal PG palsu sehingga komputer akan berfikir bahwa voltase yang dihasilkan oleh PSU sudah stabil (padahal kenyataanya lain). Hali ini akan menyebabkan komponen komputer anda seperti mainboard, hard-disk, graphic-card dan lainya cepat rusak atau bahkan terbakar.

3. Rusaknya Memory / RAM

Memory adalah sebuah perangkat penting, tanpa memory maka mustahil komputer bisa digunakan (kecuali memang ada penemuan teknologi terbaru setelah artikel ini ditulis). Gejala yang sering timbul disebabkan oleh memory yang bermasalah ini biasanya adalah komputer sering mengalami kegagalan sistem dan crash, restart dan mati secara tiba-tiba.

Untuk mengetahui apakah memory bermasalah kita bisa menggunakan tools memori diagnostik seperti Memory Diagnostics Tools yang terdapat pada Windows atau Memtest pada untuk Linux dan Mac. Bila memang terdapat indikasi masalah sebaiknya ganti memory anda dengan yang baru.

Setidaknya 3 Masalah diatas adalah salah satu penyebab utama mengapa komputer anda mati mendadak. Maka dari itu perhatikan tingkat kesehatan hardware komputer anda, sehingga dapat mengurangi resiko kerusakan hardware yang lebih parah.

Baca Selengkapnya ....

Komentar Terakhir